Daftar Kumpulan Kode Status HTTP Dan Artinya Lengkap
Aksesia.com Daftar Kumpulan Kode Status HTTP Dan Artinya Lengkap – Saat membuka sebuah website, mengakses aplikasi online, atau melakukan komunikasi data melalui internet, sebenarnya browser dan server sedang saling bertukar informasi menggunakan protokol bernama HTTP atau Hypertext Transfer Protocol. Dalam proses tersebut, server akan memberikan respons berupa kode status HTTP untuk menjelaskan apakah permintaan berhasil, dialihkan, mengalami kesalahan, atau bahkan gagal total.
Bagi pelajar, mahasiswa, programmer, administrator website, hingga pengguna umum, memahami kode status HTTP sangat penting karena berkaitan langsung dengan performa website, SEO, keamanan, dan troubleshooting jaringan. Menurut data dari W3Techs, mayoritas website modern di internet menggunakan komunikasi berbasis HTTP dan HTTPS. Selain itu, dokumentasi resmi dari Internet Engineering Task Force atau IETF menjadikan kode status HTTP sebagai standar penting dalam komunikasi web global.
Secara umum, kode status HTTP dibagi menjadi lima kategori utama berdasarkan angka depannya, yaitu:
- 1xx untuk informasi
- 2xx untuk sukses
- 3xx untuk pengalihan
- 4xx untuk kesalahan klien
- 5xx untuk kesalahan server
Baca juga: Arti LB, LFL, FFF, TNF, U1, TFL, FI, LI, QNA, FYP Di Instagram
1. 1xx – Informasi (Informational)
Kode status 1xx menunjukkan bahwa permintaan telah diterima server dan proses masih berlangsung.
100 Continue
Server menerima sebagian permintaan dan meminta klien melanjutkan pengiriman data.
101 Switching Protocols
Server menyetujui perubahan protokol komunikasi.
Contoh penggunaan:
- HTTP ke WebSocket
- Upgrade koneksi tertentu
102 Processing
Server sedang memproses permintaan tetapi belum memberikan hasil akhir.
103 Early Hints
Server memberikan informasi awal sebelum respons utama dikirim.
Fungsi utamanya membantu mempercepat loading website modern.
2. 2xx – Sukses (Success)
Kode status 2xx menunjukkan bahwa permintaan berhasil diproses.
200 OK
Permintaan berhasil diproses tanpa masalah.
Ini adalah kode status HTTP paling umum.
201 Created
Server berhasil membuat resource baru.
Contoh:
- Membuat akun
- Upload file
- Menambah data database
202 Accepted
Permintaan diterima tetapi masih diproses.
203 Non-Authoritative Information
Informasi berhasil diterima tetapi berasal dari sumber lain.
204 No Content
Permintaan berhasil tetapi tidak ada konten yang dikembalikan.
205 Reset Content
Klien diminta mereset tampilan halaman.
206 Partial Content
Server hanya mengirim sebagian data.
Sering digunakan pada:
- Download manager
- Streaming video
- Resume download
207 Multi-Status
Menampilkan beberapa status dalam satu respons.
Baca juga: Perbedaan PowerShell Dan Command Prompt Pada Windows
3. 3xx – Pengalihan (Redirection)
Kode status 3xx menunjukkan bahwa browser perlu melakukan tindakan tambahan atau berpindah ke lokasi lain.
300 Multiple Choices
Terdapat beberapa pilihan resource yang tersedia.
301 Moved Permanently
Halaman telah dipindahkan secara permanen.
Sangat penting dalam SEO website.
Contoh penggunaan:
- Redirect domain lama ke domain baru
- Redirect HTTP ke HTTPS
302 Found
Halaman dipindahkan sementara.
303 See Other
Klien diarahkan ke URL lain menggunakan metode GET.
304 Not Modified
File belum berubah sejak cache terakhir.
Fungsi utamanya menghemat bandwidth dan mempercepat loading.
307 Temporary Redirect
Redirect sementara tanpa mengubah metode request.
308 Permanent Redirect
Redirect permanen modern tanpa mengubah metode request.
4. 4xx – Kesalahan Klien (Client Error)
Kode status 4xx menunjukkan kesalahan berasal dari sisi pengguna atau browser.
400 Bad Request
Permintaan tidak valid atau rusak.
401 Unauthorized
Memerlukan autentikasi login.
402 Payment Required
Kode eksperimen yang berkaitan dengan pembayaran.
403 Forbidden
Akses ditolak server.
404 Not Found
Halaman atau file tidak ditemukan.
Ini adalah salah satu error HTTP paling populer di internet.
405 Method Not Allowed
Metode request tidak diizinkan.
Contoh:
- POST tidak diperbolehkan
- DELETE diblokir server
406 Not Acceptable
Server tidak dapat memberikan format yang diminta.
407 Proxy Authentication Required
Memerlukan autentikasi proxy.
408 Request Timeout
Koneksi terlalu lama dan dihentikan server.
409 Conflict
Terjadi konflik data pada server.
410 Gone
Resource telah dihapus permanen.
411 Length Required
Server membutuhkan informasi Content-Length.
412 Precondition Failed
Syarat request tidak terpenuhi.
413 Payload Too Large
Ukuran file atau data terlalu besar.
414 URI Too Long
URL terlalu panjang.
415 Unsupported Media Type
Format file tidak didukung.
416 Range Not Satisfiable
Range file yang diminta tidak valid.
417 Expectation Failed
Server tidak dapat memenuhi header Expect.
418 I’m A Teapot
Kode humor dari protokol HTTP.
Walaupun tidak umum, kode ini cukup terkenal di dunia programmer.
421 Misdirected Request
Request dikirim ke server yang salah.
422 Unprocessable Content
Server memahami data tetapi tidak dapat memprosesnya.
423 Locked
Resource sedang terkunci.
424 Failed Dependency
Request gagal karena dependensi lain gagal.
425 Too Early
Server menolak request yang dianggap terlalu cepat.
426 Upgrade Required
Klien diminta menggunakan protokol yang lebih baru.
429 Too Many Requests
Terlalu banyak request dalam waktu singkat.
Sering muncul pada API atau website yang memiliki rate limit.
431 Request Header Fields Too Large
Ukuran header terlalu besar.
451 Unavailable For Legal Reasons
Konten diblokir karena alasan hukum.
5. 5xx – Kesalahan Server (Server Error)
Kode status 5xx menunjukkan kesalahan terjadi pada sisi server.
500 Internal Server Error
Kesalahan umum pada server.
501 Not Implemented
Fitur belum didukung server.
502 Bad Gateway
Server menerima respons tidak valid dari server lain.
503 Service Unavailable
Server sedang sibuk atau maintenance.
504 Gateway Timeout
Server gagal menerima respons tepat waktu.
505 HTTP Version Not Supported
Versi HTTP tidak didukung server.
506 Variant Also Negotiates
Kesalahan konfigurasi internal server.
507 Insufficient Storage
Server kehabisan ruang penyimpanan.
508 Loop Detected
Server mendeteksi loop tak berujung.
510 Not Extended
Permintaan membutuhkan ekstensi tambahan.
511 Network Authentication Required
Pengguna harus login ke jaringan terlebih dahulu.
Contoh:
- Login WiFi publik
- Portal hotspot
Baca juga: Cara Menghapus Riwayat Google Maps Dengan Cepat Sekaligus
Perbedaan Kode HTTP Yang Paling Sering Ditemui
Beberapa kode HTTP sering membuat pengguna bingung karena terlihat mirip.
301 Vs 302
- 301 digunakan untuk redirect permanen
- 302 digunakan untuk redirect sementara
401 Vs 403
- 401 berarti belum login
- 403 berarti akses benar-benar ditolak
404 Vs 410
- 404 berarti halaman tidak ditemukan
- 410 berarti halaman memang sudah dihapus permanen
500 Vs 503
- 500 menunjukkan error internal server
- 503 biasanya karena maintenance atau overload
Pengaruh Kode Status HTTP Untuk SEO
Kode status HTTP sangat berpengaruh terhadap optimasi mesin pencari.
Contoh pengaruh penting:
- 301 Redirect membantu mempertahankan nilai SEO halaman lama
- 404 Error terlalu banyak dapat menurunkan pengalaman pengguna
- 503 Service Unavailable membantu mesin pencari memahami bahwa server sedang maintenance sementara
- 200 OK menunjukkan halaman berhasil diakses
Mesin pencari seperti Google menggunakan kode status HTTP untuk memahami kondisi website dan kualitas pengalaman pengguna.
Tips Memeriksa Kode Status HTTP
Ada beberapa cara mudah untuk melihat status HTTP website.
- Menggunakan Developer Tools browser
- Menggunakan Command Prompt dengan curl
- Menggunakan PowerShell
- Menggunakan tools SEO dan website audit
- Menggunakan layanan HTTP checker online
Kesimpulan
Memahami daftar kumpulan kode status HTTP dan artinya lengkap sangat penting bagi siapa saja yang bekerja dengan website, aplikasi online, jaringan komputer, maupun pengembangan software.
Kode status HTTP membantu menjelaskan kondisi komunikasi antara browser dan server, mulai dari permintaan berhasil, redirect, kesalahan pengguna, hingga gangguan server. Dengan memahami arti setiap kategori kode HTTP, proses troubleshooting, optimasi SEO, dan pengelolaan website akan menjadi jauh lebih mudah dan efisien.
Bagi pelajar, mahasiswa, programmer, teknisi komputer, administrator website, maupun pengguna umum, pemahaman tentang status HTTP merupakan dasar penting dalam dunia internet modern.


